Es Krim Cone

Panas-panas, minum es krim. Tentu sangat menyegarkan. Apalagi, kalau sambil jalan-jalan. Maka, panas menyengat pun bisa terasa dingin kala menyesap es krim cone. Sangat praktis, bisa dibawa ke mana-mana, dan cone-nya pun bisa pun bisa sekaligus dimakan.

Tapi, tahukah Anda bahwa cone es krim itu tercipta karena ketidaksengajaan? Alkisah, pada sekitar tahun 1904, ada sebuah pameran internasional yaitu St. Louis World’s Fair. Di pameran itu, penjual dan pembeli berjubel untuk saling bertransaksi.

Menurut fakta yang disebutkan dari sejumlah sumber, ada dua orang pedagang makanan dan minuman ringan yang saling berdampingan konternya pada pameran tersebut. Yang satu berjualan wafer waffle dan satunya lagi berjualan es krim. Pada suatu hari yang sangat panas, penjual es krim kewalahan melayani pembelinya. Ia tak mengira pembelinya hari itu sangat banyak. Akhirnya, stok tempat membawa es krim milik si penjual es krim habis. Padahal, saat itu pembeli yang mengantri masih berjubel.

Ia pun sempat kebingungan dan nyaris menutup konternya. Sebab, ia tak tahu bagaimana bisa menjual es krim tanpa tempatnya. Namun, ia sempat mengadu pada si penjual wafer waffle tentang masalah ini. Ternyata, tanpa pikir panjang, si penjual waffle pun menawarkan wafflenya untuk dijadikan tempat sementara untuk menaruh es krim tersebut. Maka, ia pun kemudian menggulung wafflenya dan memberikan sebagian pada si penjual es krim.

Gulungan waffle itu kemudian diisi pucuknya dengan es krim. Ternyata, waffle yang diisi es krim ini sangat disukai oleh pembeli. Dan akhirnya kedua orang penjual yang berdampingan ini mendapat keuntungan yang sangat berlipat. Maka, sejak saat itu, es krim cone pun dikenal dan menyebar ke seluruh dunia hingga sangat populer sampai sekarang.

Sumber  : Team Andriewongso.com

Iklan

Sejarah Es Krim

Sebelum adanya sistem pendingin yang modern, es krim adalah makanan yang mewah dan hanya dihidangkan pada acara-acara yang spesial.

Dahulu, membuat es krim adalah hal yang sangat merepotkan. Untuk membuat es krim, Es didapatkan dari danau atau kolam yang membeku saat musim dingin, kemudian dipotong dan disimpan dalam tumpukan jerami, lubang di dalam tanah, atau tempat penyimpanan es yang terbuat dari kayu dan diberi jerami. Es disimpan untuk kemudian dipakai saat musim panas.

Saat musim panas. es krim kemudian dibuat secara tradisional dengan mengolah adonan didalam mangkuk besar yang ditaruh dalam sebuah tube yang diisi dengan campuran es yang telah dihancurkan dan garam, yang membuat adonan es krim itu membeku.

Sumber: CeritaAnak.org